BINGKAI BISNIS (BUSINESS MAINFRAME) (part 2)

0

Oleh: Huang Shun Li
 
Sebuah ide bisnis tidak harus berasal dari kita sendiri, ada ide bisnis dari melihat bisnis orang lain kemudian menerapkannya, tetapi bukan hal mudah mengerti ide bisnis orang lain kemudian mengambilnya menjadikan ide bisnis kita sendiri dan mewujudkannya.

 

Ide bisnis hanya sebagian faktor Tao sebuah bisnis, masih banyak yang belum terpikirkan.

 

 

THIEN 天 (Heaven)

Hukum alam menjelaskan tentang ini dalam bisnis. Misalnya bisnis di bidang kayu, secara hukum alam, kayu tidak ada habisnya, seperti kata pepatah selama gunung masih hijau jangan takut kehabisan kayu bakar. Hal ini juga berlaku timbal balik, jika pengusaha pengelola hutan membabat hutan sampai gundul tanpa penanaman pohon kembali, ada hukum alam yang jadi batasan. Belum lagi soal kemarahan alam. Mungkin bencana alam terjadi salah satunya karena manusia terlalu seenaknya memanfaatkan alam ini.

 

YIN YANG 阴阳 Hitam Putih. Ada bisnis di hitam atau putih jelas. Contoh: pembunuh bayaran (hitman). Bisnis ini ada. Hitam juga jelas, sekarang jika seseorang mendapatkan uang dari membunuh binatang buas, apa bedanya dengan membunuh manusia? Ada norma hukum yang menjadi perdebatan. Begitupun orang dalam bisnis yang berbeda dan berada di wilayah abu-abu selalu tidak lepas dari hukum ini. Pengetahuan Tao yang memadai menjadi kompas kita taoyu dalam berbisnis. Prinsipnya sederhana : Tidak sesuai Tao/norma, hukum alam, atau bisnis yang mencelakakan orang lain. Ada sebagian orang berpedoman pada prinsip sederhana seperti “anda jual saya beli”. Jika ada yang memasang harga untuk kepala seseorang apakah yang bersalah itu yang jual atau yang beli? Pelacur yang salah atau yang membelinya?

 

Inovasi bisnis juga harus melihat / mempertimbangkan visi ke depan, seperti memperhatikan arah perubahan langit, melihat pergerakan bintang (versi Tao). Contoh: saat ini abad 21 dunia sudah krisis energi, kalau mau membuat produk tertentu yang boros energi mana laku? Mungkin nanti 100 tahun lagi saat energi sudah bukan masalah, membuat produk tidak mempertimbangkan konsumsi energi, untuk saat ini arah perubahan langit adalah yang rendah konsumsi energi dan efisien.

 

TIE 地 (Earth)

Faktor ini sangat nyata dan secara luas mudah dimengerti oleh semua pebisnis. Kalau membaca buku Seni Perang Sun Tzu ada berbagai macam medan perang. Kalau dianalogikan ke dunia bisnis bisa dengan nyata dan mudah dipahami.

 

Analogi perang seperti sumber makanan untuk pasukan, persenjataan, teknologi senjata, jalur transportasi/logistik makanan, keadaan cuaca, telekomunikasi dan sebagainya. Contoh-contoh faktor Tie dalam bisnis seperti faktor pasar/pembeli, penyedia barang/supplier, hukum sebuah Negara, hukum pemerintah, budaya setempat, trend budaya, cuaca alam, akses jalan/transportasi, komunikasi, persaingan bisnis, tempat penjualan strategis, sumber energi cukup, sumber air dan sebagainya.

 

Misalnya membuat bisnis yang benar-benar baru, produk ataupun jasa yang tidak ada bandingannya di dunia. Berarti pebisnis akan berada dikeunggulan medan persaingan. Menjadi pertama  di pasaran, menjadi yang pertama di medan tempur. Contoh misalnya telepon genggam/handphone, yang pertama mempopulerkan bisa memimpin pasar akan mengalami banyak keuntungan, seperti lebih siap, lebih tenang, lebih menentukan arah persaingan, dan lain-lain. Jika dikemudian hari keunggulan ini tidak dikembangkan, selalu ada strategi bisnis dalam setiap medan persaingan sehingga yang menjadi pencetus ide bisnis belum tentu menjadi pemimpin pasar.

 

Memasak, banyak orang bisa, membuat rumah makan/restoran, yang mau buat pasti bisa, membuat restoran yang laku dan terkenal tidak semua orang bisa. Restoran banyak di mana-mana, tetap juga terus bermunculan restoran baru tiada henti, yang kemudian bertahan dan sukses kemudian menjadi terkenal cukup banyak, walaupun yang gagal mungkin lebih banyak tapi tidak banyak diketahui semua orang dan juga tidak menyurutkan orang untuk membuat restoran baru. Jadi dalam bisnis ada namanya kemudahan membuat bisnis tersebut. Membuat bisnis rumah makan jauh lebih mudah dari membuat bisnis pesawat terbang. Kemudahan membuat sebuah bisnis adalah salah satu faktor medan bisnis dalam buku Seni Perang ini disebut medan terbuka. Untuk persaingan bisnis harus adanya keunggulan menjadi kunci sebuah bisnis bisa bertahan ataupun tidak dan membaca situasi strategi apa yang terbaik di setiap medan persaingan bisnis.

 

IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) Indonesia tidak bisa bertahan dalam bisnisnya karena faktor Tie. Bukan karena teknologi, sumber daya manusia, modal, ataupun lain-lain. Bisnis IPTN berada satu-satunya di Indonesia, tidak ada pesaing, modal dari Negara, kemampuan pemimpin perusahaan juga mumpuni dari semua sisi, teknologi juga ada. Kenapa tidak berhasil? Karena tidak ada faktor lingkungan yang mendukung, untuk membuat pesawat, IPTN harus membuat dari baut sampai mesin pesawat dengan sendiri, dari alat-alat obeng sampai teknologi yang dibutuhkan untuk membuat pesawat, kemudian belum lagi soal dukungan penduduk lokal, dalam hal tenaga kerja dari Indonesia. Kenapa di luar negeri bisa berhasil? Karena industi sekitarnya mendukung, persaingan ada sehingga membuat baut untuk tempat duduk bisa dari banyak perusahaan berbeda.

 

Hukum yang berlaku di suatu negara dan daerah juga mempengaruhi bisnis kita. Baik apa yang harus kita jual dan bagaimana kita harus menjualnya. Setiap negara pasti mempunyai undang-undang yang melindungi produk dalam negerinya supaya bisa bertumbuh juga. Selain itu faktor ideologi negara juga bisa mempengaruhi bisnis kita. Sedangkan hukum daerah yang biasa berhubungan dengan adat istiadat setempat tidak kalah pentingnya.

 

REN 人 (Pemimpin Bisnis)

Ren di sini segala sesuatu yang berhubungan dengan manusianya. Khususnya seorang pemimpin bisnis. Ada 5 hal yang menjadi hambatan dalam diri seorang pemimpin bisnis : ceroboh, penakut/pengecut, mudah emosi, gila hormat, dan mudah rasa kasihan. Pemimpin bisnis harus terus waspada akan 5 hal ini.

 

Orang ditipu atau kena tipu dalam bisnis karena faktor-faktor ini, karena ceroboh mau keuntungan yang banyak dan instan, mudah emosi tergiur bujuk rayu orang lain, suka kemewahan dan status tinggi. Penawaran bisnis dengan persentase % yang seolah-olah begitu mudah dan cara-cara yang bahkan tidak masuk akal tetap saja masih banyak orang kena tipu karena faktor-faktor ini.

 

Ego dan idealis adalah sifat manusia, takut berhutang budi pada orang padahal kalau kita sadar akan hukum alam maka kita semua tidak ada apa-apanya karena kita lahir dan mati tidak membawa apapun, semua orang yang sukses pasti dibantu oleh orang lain. Kalau gengsi dan idealis tidak mau meminta bantuan orang lain, tinggal usaha sendiri sedikit demi sedikit kemajuan akan lebih lambat.

 

Rasa kasihan dan kemanusiaan juga menjadi boomerang kena tipu. Makanya orang hua ren umumnya tidak akan menolong orang dalam bisnis dengan mudah, lebih baik memberikan kail atau pancing daripada memberikan ikan. Menolong orang harus melihat kemampuan diri sendiri, jangan karena rasa kasihan berlebihan membuat menolong orang malah mencelakakan orang tersebut atau bahkan diri sendiri atau keluarga tertipu.

 

Bidang bisnis yang hendak dibuat juga harus merupakan bidang bisnis yang disenangi atau diketahui, misalnya seorang dokter hewan tentunya cocok buka klinik hewan / pet shop walaupun belum tentu dokter tersebut menyenangi profesinya tapi minimal dokter tersebut harus senang hewan. Akan susah jika seseorang tidak suka hewan peliharaan terus terjun dalam bisnis ini. Untuk menjalankan bisnis itu tentunya kita harus mempunyai kemampuan di bidang itu juga. Misalnya kita bisnis usaha bubut, minimal kita tahu bagaimana cara kerja bubut, intinya supaya kita juga nanti tidak dibodohi oleh karyawan atau malah distir/diatur/diancam oleh karyawan karena tidak mengerti apa-apa. Tidak perlu menguasai terlalu dalam tapi minimal tahu sedikitlah.

 

Pada umumnya mau berbisnis harus ulet, tahan banting, mau belajar dan rajin serta disiplin. Kriteria ini bisa banyak tapi tidak ada kriteria khusus bagi seorang sukses. Semua orang bisa sukses. Orang hua ren dalam bisnis terkenal mempunyai keuletan dalam berbisnis. Keuletan di sini artinya tidak mudah bosan, tidak mudah menyerah, tidak mudah putus asa, dan terus berdisiplin dalam visinya.

 

Kejujuran dalam berbisnis menjadi pokok utama bisnis itu sukses. Orang dagang pasti ada untungnya, kalau kemudian mengatakan jual rugi apakah benar demikian? Untung tipis setipis apa? 1%, 5%, 10%, 20%, 100%, 1000% apa patokannya? Dalam perang 1 orang bisa menang melawan 10 orang itu nyata, apakah bisa untung 10x lipat dari modal tidak mungkin? Tentu bisa dan masih wajar tergantung dari banyak faktor. Jual air yang pada dasarnya disediakan oleh alam gratis, bukankah modal yang dikeluarkan sudah berlipat-lipat dari hasilnya ini?

 

FAK 法 (Method / Art and Discipline)

Modal selalu menjadi hambatan utama setiap kali orang hendak memulai bisnis. Walaupun penting namun karena sudah lebih dulu memperhitungkan ini seringkali ide bisnisnya kandas di tengah jalan karena modal. Sebenarnya modal bahkan menjadi faktor akhir karena tergantung strategi bisnis apa yang hendak dilakukan. Setelah menghitung ke 4 faktor diatas. Modal di sini mencakup semua seperti originalitas ide bisnis, kekuatan ide bisnis, faktor waktu, inovasinya, lingkungan bisnis yang ada, manusianya. Ada bisnis hebat di dunia berawal dari garasi mobil sederhana dengan tenaga kerja 2 orang. Anda sedang menggunakan salah satu hasil bisnis ini jika anda membaca artikel ini di depan layar internet. Apakah modal menjadi hambatan karena apa?

 

Manajemen adalah perpanjangan tangan dan kaki dalam memimpin. Ilmu ini sudah ada sejak jaman dahulu bagaimana seorang jenderal memimpin 1juta pasukan. Selain itu juga kita bisa mempekerjakan tenaga kerja yang sudah memiliki keahlian atau seorang expert untuk menangani berbagai bidang itu. Misalnya saja untuk manajemen keuangan, manajemen karyawan, atau juga seorang ahli dalam penggunaan teknologi untuk menunjang bisnis kita.

 

Sekarang jaman informasi, soal informasi dan manajemennya sudah ada sejak dahulu. Di buku Seni Perang ada di bab terakhir pembahasannya. Intinya bagaimana memanfaatkan informasi buat kemajuan bisnis kita, bukan terhambat karena kemajuan teknologi, takut gaptek, atau malah terperangkap dengan kecanggihan teknologi. Kalau laci meja biasa cukup kenapa harus mesin kasir, kalau pembukuan sederhana memadai kenapa harus sistem akuntansi? Jika mesti dengan teknologi tinggi untuk bersaing karena untuk mendapatkan informasi apa?

 

Ilmu bisnis, strategi bisnis sejak dahulu sampai sekarang sebenarnya tidak banyak perubahan, hanya bagaimana mengerti perubahan penjelasan sesuai jaman. Setiap strategi bisnis ada strategi tandingannya. Strategi tanpa kesalahan sudah dipraktekan Zhuge Liang dengan contoh ketelitian tenda pasukan sampai kehitungan jarak antar tenda. Bahasa jaman sekarang hanya berubah istilah keren seperti Logistic, Six Sigma, Information/Networking, Supply Chain Management, Financing, Marketing, dan lain-lain. Menurut saya mempertimbangkan faktor ini lebih baik menggunakan sebuah teori Tao yang sudah ada yaitu:

He Jing, He Li, He Fak 合情 合理 合法

 

HE JING, diartikan “TEPAT SITUASI DAN KONDISI”, disini kita harus mengerti apa itu “baik”, “benar”, dan “tepat”. Usahakan tindakan kita mencakup ketiganya, jika tidak bisa mengcover semuanya, kembali lihatlah yang terbaik untuk semua aspek terkait, barulah kita bertindak.
HE LI, secara singkat diartikan “TEPAT ATURAN” sesuai dengan etika dan adat budaya, dimana kita berpijak, harus mengerti bagaimana kita bertindak, bagaimana kita bersikap, semua harus didasari itikad baik dan tulus, jangan bertindak bodoh serta membuat kegaduhan.
HE FAK, diartikan sebagai “TEPAT CARA”, hendaknya dalam mengambil suatu tindakan harus berlandas pada objektifitas yang tinggi, yang hasil paling membawa kebaikan untuk semua aspek terkait. Hal ini merupakan bagian dari WU (Kesadaran), dimana WU ini merupakan kompas yang dipakai orang TAO untuk menjalani kehidupan.

 

Strategi juga menjadi faktor pengungkit dalam bisnis, bagaimana dengan modal sekecil mungkin mendapatkan pengembalian modal berlipat-lipat, tergantung strategi dan bisnis yang hendak ditekuni. Bisnis makanan dikatakan mempunyai keuntungan bisa lipat 2x? apakah demikian? Berapakah harga secangkir kopi kalau kemudian bisa dijual Rp 100ribu? Atau sekali produksi kopi bisa menjual 1000 cangkir?

 

Strategi bisnis pelaksanaan mesti melihat teori ini. Kalau mau berbisnis melihat kemampuan diri, sebagian besar anak muda mau bisnis langsung sukses, mau dengan modal besar, gagal bukan karena ide bisnisnya salah tapi karena kemampuan bisnis dan pelaksanaan strategi masih belum ada pengalaman, seorang jenderal yang belum pernah mengalami kekalahan dengan semangat tinggi terjun ke medan perang pertamanya.

 

Mengerti dan memperhitungkan ke 5 faktor diatas tidak menjamin seorang bisa sukses dalam bisnis, tapi dengan memperhitungkan faktor-faktor tersebut kita bisa mendapatkan bingkai bisnis atau gambaran besar apa yang perlu diperhitungkan.

 

Secara keseluruhan ke 5 faktor ini dipahami dalam sebuah teori Tao yang syairnya berbunyi;

Ren Fak Tie, Tie Fak Thian, Thian Fak TAO, TAO Fak CeRan

人法地,地法天, 天法道,道法自然

 

Pengertian secara bisnis, manusia mau bisnis harus memperhitungkan dari diri, lingkungan, dan bisnisnya itu sendiri kemudian mempertimbangkan diri, lingkungan dan bisnisnya berada dalam lingkup yang lebih luas lagi seperti manajemen bisnis, hukum negara, persaingan dan perdagangan global, namun semua hal ini tidak lepas dari Tao, Tao Li, sedangkan ceng li bisnis selalu mengikuti Ce Ran cara-cara alami.

 

Sejak dahulu kala manusia memulai dagang/barter/bisnis karena berdasarkan untuk memenuhi kebutuhan alami, seperti makan, pakaian, tempat tinggal, ini biasanya dikatakan sebagai kebutuhan primer manusia. Kemudian muncul kebutuhan sekunder seperti makanan yang lebih enak, lebih mudah, lebih praktis, kebutuhan berkomunikasi, dari bahasa, surat, telp, handphone, dan sebagainya, alat transportasi, dan seterusnya, dari kebutuhan ini ada yang dalam tingkatan kebutuhan tersier seperti keinginan diakui, eksistensi, kemewahan, keinginan berkuasa dan lain-lain. Walau cuma dibagi dalam 3 tingkatan dasar kebutuhan bukan berarti ternyata melulu hanya di kebutuhan dasar tersebut.

 

Kaisar China pertama, dinasti Qin, Qin Shihuangdi (秦始皇); 259 BC – 210 BC, yang membangun tembok besar sudah memperoleh semua hal yang bisa dipikirkan manusia di bumi pada jamannya, namun Kaisar Qin masih mempunyai sebuah keinginan/kebutuhan untuk hidup abadi, mau melawan takdir melawan hukum alam. Menangkap keinginan ini ada seorang pintar memanfaatkan hal ini mendapatkan segala hal bahan obat, uang dan dukungan dari Kaisar ini, kemudian hari hal ini terwujud ataupun tidak, orang pintar ini sudah mendapatkan keuntungan secara bisnis.

 

Tao Ying Suk merupakan ilmu kuno yang membuat kita mampu mengolah apa yang ada dalam diri kita (badan dan pikiran) berlipat-lipat jadi jauh lebih sehat, panjang umur, awet muda, pikiran terbuka, dan banyak lagi. Tidak berhasil mencapai kesempurnaan, setidaknya pasti mendapatkan sesuatu. Jika dianalogikan ke dalam ilmu bisnis, modal kita siutao hanya keberanian, rendah hati, kemauan untuk belajar, dan terutama HATI YANG BAIK 好心肠 baik untuk mendekati Dewa. Kurang apa lagi ya?

 

HOKKI dikatakan berasal dari KESEMPATAN bertemu KESIAPAN, semua alat/tools sudah ada pada taoyu tinggal dijalani. Bukan tidak mungkin suatu ide bisnis akan muncul adalah hasil siutao kita.

 

Xie Shen En

May 17, 2013 |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar