INTI PROSES BISNIS (Core Business Process )

0

BISNIS BARANG DAN JASA

Inti Proses Bisnis

Bisnis barang inti proses bisnisnya terletak di kualitas dan biaya bahan baku, efisiensi dan efektifitas mesin dan tenaga manusia, efisiensi  energi dan besar modal diperlukan, dan sebagainya.

Bisnis jasa inti proses bisnisnya terletak di efisiensi sumber daya yang diperlukan, efisiensi biaya penyediaan jasa, biaya dan kualitas jasa.

Contoh bisnis barang: Bisnis rumah makan, di sini rumah makan menyediakan makanan tertentu yang dibeli/dibungkus kemudian makanan tersebut dikonsumsi  pelanggan dimana saja.

Kepuasan pelanggan terletak pada barang/makanan tersebut (enak, sehat, dan sebagainya)

Contoh bisnis jasa : Bisnis rumah makan  juga, di sini rumah makan menyediakan jasa saat orang butuh makanan, proses bisnisnya antara lain menyediakan makanan, menyediakan pelayan, tempat duduk dan alat makan, suasana rumah makan, dan sebagainya.

Kepuasan pelanggan terletak pada jasa/pelayanan yang disediakan (makanan enak, pelayan ramah, suasana rumah makan bersih dan nyaman, dan sebagainya)

Perbedaan bisnis barang dan jasa terletak di “apakah barang yang masuk diproses menjadi barang lain?”

Kalau menjual barang namun tidak ada perubahan mendasar tetap hanya jasa penjualan/menyediakan barang. Contoh: Gula kemasan 50Kg, di toko diproses menjadi kemasan kecil 1Kg dan dijual dengan harga tertentu. Ini masih proses jasa karena tidak ada perubahan mendasar dari “gula” . Kecuali gula tersebut diolah menjadi “sirup gula” kemudian dijual, toko tersebut menjadi menjual barang.

BISNIS PERTAMBANGAN

Eksplorasi  –> Eksploitasi  –> Selling/Use

Bisnis pertambangan inti proses bisnisnya terletak di efisiensi biaya eksplorasi, nilai ekonomis biaya eksploitasi mineral dan proses penjualan atau penggunaan mineral.

Contoh untuk eksplorasi dimana ada mineral emas membutuhkan biaya dan waktu tertentu, untuk eksploitasi, air laut mengandung emas, namun untuk mendapatkan sejumlah emas tertentu harus dari proses air laut dengan jumlah besar sehingga biayanya sangat tidak ekonomis eksploitasi air laut, kecuali air laut diproses untuk menjadi air tawar dalam proses desalinisasi, disini emas hanya hasil sampingan produksi desalinisasi tersebut.

Bisnis di dunia umumnya adalah bisnis barang, bisnis jasa, bisnis model pertambangan, dan tentu ada lainnya namun yang umum ini.

Pada umumnya pengertian bisnis menjadi agak rancu dengan yang namanya “dagang” . Bisnis barang dan jasa atau “dagang” barang atau “dagang” jasa karena ujung praktek bisnis selalu ada penjualan dan pembelian.

Seringkali  hal mendasar ini dilupakan atau salah mengerti  oleh praktisi bisnis. Contoh: toko kelontong, dari inti bisnisnya adalah bisnis jasa, namun sebagian besar orang menganggap bisnis/tokonya dagang barang sehingga proses jasanya di “nomor dua” kan atau dilupakan. Penjual terfokus pada barang dagangan seperti modal, kualitas  atau harga jual barang. Kadang-kadang orang yang masuk toko hanya butuh sesuatu dengan cepat dan tidak mementingkan harga barang tersebut. Di sisi penjual memikirkan barangnya di sisi pembeli membutuhkan jasa secepatnya. Hal ini tidak ketemu sehingga proses bisnis tidak berjalan semestinya.

Atau sebaliknya pemilik toko hanya mau menjual barang dengan kualitas tertentu sedangkan di daerah tersebut kebanyakan pembeli  hanya membutuhkan barang dengan kualitas biasa saja yang penting masih terjangkau harganya dan bisa dipakai. Sehingga toko tersebut tidak menyediakan “jasa” mengadakan barang tertentu dimana konsumen membutuhkan “jasa” yaitu tersedia barang dengan harga dan kualitas terjangkau.

Contoh: rumah makan, dari inti bisnisnya adalah bisnis jasa, namun sebagian besar orang masih beranggapan barang dan mementingkan “rasa enak dan kualitas makanan” . Hal ini menjadi batu sandungan kemajuan saat rumah makan tersebut tidak memperbaiki pelayanan di tempat tersebut, seperti tempat parkir, jumlah meja makan dan tempat duduk, suasana rumah makan, kebersihan, jumlah pelayan dan kecepatan pelayanan, dan sebagainya.

Setelah mengetahui inti proses bisnis kadang-kadang orang masih melupakan hal mendasar seperti:

Bisnis barang : walaupun barang yang disediakan/dijual sangat berkualitas namun biaya pembuatan barangnya masih belum ekonomis sehingga harga jual menjadi terlalu tinggi, menjadi sulit untuk menjual barang tersebut. Atau sehebat apapun teknik penjualan atau team marketing dan lain-lain, kalau barang kualitas rendah tanpa sesuai harga, lambat laun akan hilang daya saingnya.

Bisnis jasa : konsistensi pelayanan jasa sering tidak tetap karena pebisnis mau meningkatkan bisnisnya dan melupakan inti proses bisnisnya. Contoh : konsumen membutuhkan jasa transportasi dari kota A ke kota B. Karena mau mengembangkan bisnisnya sehingga investasi berlebihan seperti misalnya mobil yang terlalu mahal/mewah, padahal konsumen hanya butuh jasa dengan kenyamanan tertentu, cepat dan aman. Dengan mobil yang lebih nyaman tentu konsumen tidak menolak tapi harga karcis/tiket belum tentu mau lebih mahal sehingga bisnis jasa tersebut terbebani dengan biaya modal yang besar.

Baik bisnis barang ataupun jasa tetap berdasarkan pada interaksi personal  antar manusia. Walaupun barangnya sebagus apapun dan murah tetapi penjualnya tidak jujur dalam bisnis tentu akan bermasalah. Begitu juga bisnis jasa, walaupun pelayanan jasanya terkenal bagus dan murah tapi secara pribadi orangnya sulit bergaul juga susah maju, contoh dokter ada yg mudah bergaul ada yg tertutup.

Apa pentingnya mengetahui inti proses bisnis kita?

Setelah mengetahui inti proses bisnis tentunya adalah cara memajukan bisnis tersebut. Contoh: Penjual pisang goreng, kenapa si A laku dan si B kurang laku? Dilihat dari sisi bisnisnya apa bisnis barang atau jasa atau keduanya? Apakah bahan baku pisang si A lebih bagus, cara goreng lain, minyak goreng yang dipakai lebih berkualitas, dan lain-lain seputar barang dalam hal ini pisang goreng. Jika penjual pisang goreng  juga menyediakan jasa tentu yang dimajukan sisi pelayanannya tersebut. Contoh lokasi penjualan pisang goreng si A mudah diakses dan ada parkiran. Ada tempat duduk dan meja untuk makan di tempat, suasana mendukung misalnya di tenda terbuka di bawah pohon rindang, dan lain-lain sehingga baik barang ataupun jasa yg dijual perbedaannya jelas secara bisnis.

Intinya mau memajukan bisnis harus mengikuti perkembangan jaman, harus berbeda (differensiasi) dengan yang lain agar punya daya saing namun tetap pada inti bisnis anda. Jika dagang barang yang sama dari pabrik sama yang membedakan dagangan anda dengan dagangan orang lain adalah service/jasa anda begitupun sebaliknya. Apapun itu yang mau dibuat berbeda, barang ataupun jasa, dengan mengerti perbedaan ini  tindakan bisnis yang diambil lebih tepat sasaran. Contoh toko kelontong menjual barang-barang dari supplier. Yang ditingkatkan adalah sisi jasa, dimana barang dipajang dengan bagus, kecepatan pelayanan, harga jual bersaing, kemudahan akses seperti tempat parkir, keramahan pelayanan, banyak tipe barang jadi orang punya banyak pilihan, pelayanan packing dan delivery. Kenapa jasa? Karena barang dagangan dari supplier biasanya sudah sulit ditingkatkan lebih lanjut. Dan jika mau meningkatkan dari sisi barang akan keluar dari inti bisnisnya. Mau tetap jadi toko kelontong atau berubah ke produksi? Merubah bisnis umumnya karena terjadi perubahan inti proses bisnis.

Apa keuntungan taoyu mengerti inti proses bisnis?

Taoyu belajar Tao mengerti yin yang, bisnis barang selalu mengandung jasa , begitupun bisnis jasa harus ada wujudnya. Dengan mengerti ini taoyu berbisnis lebih maju. Perbedaan barang dan jasa dimengerti sehingga walaupun berbeda namun tetap bisa dipergunakan keduanya dengan baik.

Ilmu-ilmu Tao kuno namun tidak ketinggalan jaman. Buku tentang bisnis, marketing dan lainnya di luar sana sudah sangat banyak bahkan dengan bahasa dan penjelasan yang canggih, tapi dengan mengerti ilmu dan prinsip-prinsip Tao, semua terpecahkan dengan lebih mudah. Contoh dengan mengerti sedikit melihat wajah orang ( Gan Xiang ) tentunya taoyu memilih karyawan dengan lebih baik, tentu proses recruitment karyawan tetap diperlukan. Walaupun anda membaca 100 buku tentang marketing, kepemimpinan/leadership tapi salah memilih karyawan, diatur seperti apapun bakal pusing tujuh keliling. Namun jangan bosan membaca buku kalau tidak ketinggalan kemajuan jaman juga.

Taoyu diajarkan untuk memegang teguh integritas berbisnis dengan menawarkan kejujuran menjadi orang yang baik dan ramah, walaupun dulu salah kaprah mengerti bisnisnya, misalnya buka toko jual barang tapi dengan rendah hati mau belajar Tao menjadi orang jujur dan benar sehingga tanpa sadar raut muka dan kelakuan berubah, pelanggan menjadi lebih tertarik dilayani dengan ramah dan tulus hati. Walaupun barang lebih mahal sedikit kadang-kadang konsumen tidak hitungan dan lebih nyaman berbisnis dengan taoyu.

Taoyu diajarkan mau mengikuti aturan dan perubahan jaman. Contoh misalnya pabrik rokok, walaupun pabriknya seefisien mungkin, harga murah dan lain-lain tetapi kemajuan jaman mengatakan lain. Rokok sudah bukan barang yang baik bagi kesehatan, regulasi pemerintah semakin hari semakin ketat. Mau mengikuti jaman sebaiknya jangan bisnis rokok lagi karena dikemudian hari akan terkikis oleh jaman.

Siutao adalah proses merevisi fisik dan mental. Bisnis juga ada prosesnya. Mengerti proses sudah di dalam kehidupan taoyu, untuk maju dalam bisnis mengerti prosesnya tentu hal yang mudah bagi taoyu.

Dewa Dewi membimbing setiap hari melakukan kebaikan, menempa diri dalam siutao, walaupun rejeki belum sampai minimal sudah jauh dari penyakit, antara lain penyakit bisnis seperti tipu orang, dan lain-lain. Suatu saat ada kesempatan bertemu dengan kesiapan, hokkie datang Dewa Dewi menolong pasti jauh lebih dari orang kebanyakan.

Xie Shen En

Penulis : Huang Shun Li

April 13, 2013 |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar